Ketikakapasitor dihubungkan bersama secara paralel dengan kapasitansi total atau setara, C T dalam rangkaian sama dengan jumlah dari semua kapasitor individu yang ditambahkan bersama-sama. Hal ini karena plat atas kapasitor, C 1 terhubung ke plat atas C 2 yang terhubung ke plat atas C 3 dan seterusnya. Hal yang sama juga berlaku untuk plat bawah kapasitor.
Pada rangkaian hambatan paralel, berlaku? Nilai hambatan menjadi lebih kecil Besarnya energi pada setiap hambatan berbeda Besarnya tegangan pada setiap hambatan berbeda Arus listrik yang mengalir pada setiap hambatan sama Semua jawaban benar Jawaban A. Nilai hambatan menjadi lebih kecil Dilansir dari Encyclopedia Britannica, pada rangkaian hambatan paralel, berlaku nilai hambatan menjadi lebih kecil. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Alat untuk mengukur nilai tegangan? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Padarangkaian seri arus yang mengalir pada masing masing resistor adalah sama dan nilai tegangan pada masing masing resistor berbeda tergantung nilai hambatan masing masing resistor tersebut. Sedangkan Rangkaian Resistor yang disusun paralel yang sama adalah besar tegangan disetiap resistor namun arus yang mengalir berbeda disetiap resistor. 3.

BAB I PENDAHULUAN Dalam rangkaian listrik terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang paling banyak digunakan dalam rangkaian listrik adalah seri dan paralel. Rangkaian hambatan paralel yaitu rangkaian yang resistornya disusun dengan adanya percabangan sehingga jika salah satu rangkaian hambatan terputus maka rangkaian listriknya tidak akan terputus karena tegangan listrik masih dapat mengalir ke cabang rangkaian yang lainnya. Dalam rangkaian hambatan paralel ini, tetap saja ada cara untuk memutuskan rangkaiannya yaitu dengan memutus semua percabangan dari hambatan sehingga tegangan tidak dapat mengalir lagi melewati rangkaian listrik. BAB II RANGKAIAN DC HAMBATAN PARALEL A. Dasar Teori Rangkaian hambatan paralel adalah rangkaian yang hambatannya disusun dengan adanya percabangan. Rangkaian hambatan tersebut memiliki minimal dua percabangan hambatan, sehingga jika ada salah satu hambatan yang terputus dalam rangkaian tersebut maka tidak akan memutus kesatuan rangkaian hambatan tersebut. Berikut adalah gambar hambatan yang dipasang secara paralel Apabila terdapat lebih dari dua percabangan hambatan paralel, dapat diubah dengan rangkaian pengganti paralel Rp, dengan rumus 1/Rp = 1/R1+ 1/R2+ …+ 1/Rn Atau jika hanya ada dua percabangan, dapat dihitung dengan Rp = R1 x R2/R1+R2 Dalam rangkaian tersebut arus pengganti paralelnya Ip adalah jumlah dari arus di setiap percabangan hambatannya. Ip = I1 + I2 + ... + In Sedangkan tegangan di setiap percabangan adalah sama dengan tegangan pengganti paralelnya Vp. Vp = V1 = V2 = ... = Vn B. Alat dan Bahan 1. Catu daya 2. Kabel 3. Voltmeter 4. Amperemeter 5. Resistor C. Prosedur Percobaan 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Pasang rangkaian listrik seperti gambar di bawah ini 3. Tetapkan sumber tegangan sebagai variabel. 4. Alirkan tegangan ke rangkaian. 5. Catat besarnya tegangan. 6. Catat besarnya arus pada tiap hambatan. 7. Ulangi dengan tegangan sumber yang berbeda. BAB III KESIMPULAN Hambatan yang dirangkai paralel dan dialiri tegangan, memiliki nilai arus yang berbeda pada tiap hambatan dan tegangan yang sama di tiap hambatan.

Jawaban C. Besarnya arus listrik pada setiap hambatan sama Dilansir dari Encyclopedia Britannica, pada rangkaian hambatan seri, berlaku besarnya arus listrik pada setiap hambatan sama. Leave a Comment Cancel reply Rangkaian Hambatan Listrik – Pada rangkaian listrik, mungkin kamu kerap kali menemukan beberapa hambatan listrik yang di rangkai dengan acara bersama sama. Hambatan yang di maksud tidak hanya resistor tetapi semua alat listrik. Pada umumnya rangkaian hambatan listrik dibedakan menjadi dua, yaitu Hambatan Seri dan Hambatan Paralel. Dalam pembuatan rangkaian hambatan seri atau pun hambatan paralel minimal dibutuhkan dua hambatan. Dan apabila ingin membuat hambatan seri-pararel di butuhkan 3 hambatan. Setiap jenis rangkaian hambatan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada kesempatan kali ini akan membahas rangkaian hambatan listrik secara lengkap dan detail. Mari simak penjelasan nya berikut ini. Hambatan bisa dirangkai dengan menggunakan 3 cara yaitu rangkaian pararel, seri dan seri pararel. Masing-masing rangkaian mempunyai karakteristik dan ketentuan yang berbeda beda. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai rangkaian hambatan listrik mari kita ketahui simbol-simbol rumus yang ada pada rangkaian hambatan listrik. I= kuat arus AV= Beda Potensial VR = Hambatan Hambatan Seri Hambatan seri adalah dua hambatan yang di rangkai dengan cara berurutan. Rangkaian yang di susun secara seri akan membentuk suatu rangkaian listrik yang tidak bercabang. Pada rangkaian seri kuat arus listrik yang mengalir mempunyai besar yang sama pada setiap titik. Tujuan hambatan di rangkai secara seri adalah supaya memperbesar nilai hambatan listrik dan untuk membagi beda potensial yang berasal dari sumber tegangan. Rangkaian hambatan yang disusun secara seri dapat di ganti dengan menggunakan sebuah hambatan yang dapat di sebut dengan hambatan pengganti seri. Contoh hambatan seri adalah , misalkan terdapat 4 buah lampu dengan hambatan masing-masing R1,R2,R3 dan R4 disusun secara seri lalu di hubungkan dengan baterai yang mempunyai tegangan V menimbulkan arus listrik yang mengalir sebesar I. Sehingga tegangan sebesar V tersebut dibagikan ke empat hambatan yang mana masing-masing V1,V2,V3 dan V4 maka akan berlaku V = V1 + V2 + V3 + V4 Keterangan V1 = Tegangan 1V2 = Tegangan 2V3 = Tegangan 3V4 = Tegangan 4 Jika dilihat berdasarkan Hukum I Kirchoff pada rangkaian seri berlaku persamaan berikut I = I1 = I2 = I3 = I4 Keterangan I1 = Arus Listrik 1I2 = Arus Listrik 2I3 = Arus Listrik 3I4 = Arus Listrik 4 Contoh lain apabila terdapat beberapa hambatan dirangkai seri, kemudian dihubungkan dengan sumber tegangan, maka masing-masing hambatan itu dialiri arus listrik yang sama besar. Dari rangkaian hambatan di bawah ini diperoleh besar hambatan pengganti RS RS = R1 + R2 besar kuat arus yang mengalir I VAC = VAB + VBC I . Rs = I . R1 + I . R2 Hambatan Paralel Hambatan pararel adalah dua hambatan listrik yang di rangkai dengan cara berdampingan. Rangkaian yang listrik yang dibentuk oleh hambatan paarel akan berbentuk cabang dan mempunyai lebih dari satu jalur arus lstrik. Rangkaian hambatan pararel bisa digantikan dengan suatu hambatan yang disebut dengan hambatan pengganti pararel. Pada rangkaian pararel arus yang mengalir akan terbagi pada setiap hambatan. Besar arus yang melewati setiap hambatan berbeda. Perlu diingat pada rangkaian pararel tengangan atau beda potensial di setiap resistor mempunyai nilai yang sama besar. Berdasarkan keterangan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada rangkaian pararel berlaku persamaan berikut ini . Vtotal = V1 =V2 = V3 =… VnIp = I1 = I2 = I3 = …. In Keterangan Ip = Kuat Arus TotalVtotal= Besarnya Tegangan TotalRp = Hambatan TotalI1 = Kuat Arus 1I2 = Kuat Arus 2I3 = Kuat Arus 3V1 = Besar Tegangan 1V2 = Besar Tegangan 2V3 = Besar Tegangan 3R1 = Hambatan 1R2 = Hambatan 2R3 = Hembatan 3 Besar kuat arus I dapat di rumuskan sebagai berikut Keterangan I = Kuat ArusV = TeganganR = Hambatan Hambatan pengganti pararel dapat dirumuskan sebagai berikut Hambatan Seri-Pararel Gambar diatas adalah gambar yang menunjukan rangkaian hambatan seri-pararel. Untuk menghitung hambatan penggantinya tersebut tidak ada rumus baku yang digunakan. Tetapi dapat dicari secara bertahap. Pada rangkaian diatas R2,R3 dan R4 adalah bagian rangkaian pararel, sehinga hambatan pengganti untuk rangkaian R2,R3, dan R4 adalah Rp. Kemudian, R1 dan R2 adalah rangkaian seri. Sehingga hambatan pengganti Rs adalah gabungan antara R1 dan Rp. Contoh Soal 1 . Ada tiga buah hambatan yang masing-masing nilainya 6, 4, dan 3 disusun seri. Tentukan hambatan penggantinya! Diketahui a. R1 = 6 b. R2 = 4 c. R3 = 3 Ditanya Rs = … ? Jawab Rs = R1 + R2 + R3 = 6 + 4 + 3 = 13 Jadi, hambatan penggantinya adalah 13 2. Terdapat 3 buah hambatan yang memiliki milai masing- masing 3, 4 dan 6 yang dirangkai pararel. Hitunglah hambatran pengganti rangkaian tersebut! Diketahui R1 = 3 R2 = 4 R3 = 6 Ditanyakan Rp = … ? Jawab 3. Tiga buah hambatan masing-masing sebesar 4 ohm, 3 ohm, dan 8 ohm, dirangkai secara paralel. Jika kuat arus yang mengalir 4 ampere, hitunglah beda potensialnya! Penyelesaian Diketahui R1 = 4 R3 = 8 R2 = 3 I = 4 A Ditanya V = … ? Sekian pembahasan tentang Rangkaian Hambatan Listrik semoga bermanfaat sebagai bahan pembelajaran Fisika. Untuk mengetahui tentang materi fisika lainnya dapat mengunjungi artikel berikut ini. Artikel Lainnya Hukum GaussHukum LenzGelombang ElektromagnetikRadiasi Benda HitamRumus Energi PotensialArus Listrik SearahZat PadatHukum-Hukum tentang Gas 36 Contoh Soal Rangkaian Hambatan Seri Dan Paralel Images. Secara umum, karakteristik dan hukum yang berlaku pada rangkaian contoh 1: Rangkaian campuran merupakan gabungan dari rangkaian seri dan paralel. Rangkaian Seri Dan Paralel Fisika Kelas 12 Quipper Blog from dua tipe rangkaian yaitu: Rangkuman, contoh soal listrik Hambatan listrik atau yang lebih sering disebut dengan istilah resistor dapat dirangkai satu sama lainnya untuk keperluan mendapatkan nilai hambatan tertentu. Rangkaian hambatan ini dapat mengatasi kebutuhan kita akan nilai – nilai hambatan resistor yang tidak ada di pasaran. Untuk diketahui resistor yang dihasilkan pabrik biasanya hanya untuk nilai – nilai resistansi tertentu saja dengan batas ambang toleransi yang telah ditentukan. Padahal pada prakteknya kita banyak membutuhkan nilai – nilai resistor yang berbeda dengan yang dihasilkan pabrik tersebut. Rangkaian hambatan atau resistor ini dapat kita bagi menjadi tiga macam 3. Rangkaian seri paralel Rangkaian Seri Pada rangkaian seri hambatan listrik atau resistor dihubungkan atau disusun secara berurutan satu sama lainnya seperti pada gambar di bawah ini. Pada rangkain seri ini berlaku ketentuan sebagai berikut. 1. Besarnya kuat arus pada masing masing tahanan resistor akan sama besar I1 = I2 = I3 = I 2. Besarnya beda potensial tegangan listrik pada masing – masing hambatan akan berbeda – beda jika nilai hambatannya berbeda sesuai dengan prinsip hukum ohm. VR1 = I x R1 VR2 = I x R2 VR3 = I x R3 3. Besarnya hambatan total pada rangkaian ini merupakan total penjumlahan dari masing – masing nilai resistor yang terhubung Rtotal = R1 + R2 + R3 Rangkaian Paralel Pada rangkaian hambatan paralel, resistor disusun secara paralel atau sejajar sehingga mempunyai dua ujung yang sama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar rangkaian paralel pada gambar berikut. Pada rangkaian paralel berlaku ketentuan sebagai berikut. 1. Besarnya kuat arus pada masing – masing resistor berbeda – beda bergantung pada besarnya nilai hambatan resistor. I1 ≠ I2 ≠ I3 ≠ I tetapi I = I1 + I2 + I3 2. Besarnya beda potensial atau tegangan pada masing – masing resistor akan sama V R1 = V R2 = V R3 = V Rp 3. Besarnya hambatan total dapat dihitung dengan dengan rumus berikut. Rangkaian Seri Paralel Merupakan gabungan dari rangkaian seri dan paralel. Rangkaian ini juga biasa disebut dengan rangkaian campuran atau rangkaian kombinasi. Salah satu contohnya dapat dilihat pada gambar berikut. Untuk menghitung nilai hambatan total dari rangkaian seri paralel, maka kita dapat menggunakan teori rangkaian seri dan paralel di atas. Biasanya untuk memudahkan perhitungan, didahulukan menghitung rangkaian serinya, kemudian baru dihitung bagian paralelnya. Terakhir lakukan penjumlahan dari rangkaian total keduanyasangat tergantung dari bentuk rangkaian campurannya. Sebagai contoh dapat dilihat gambar berikut. Langkahlangkah untuk menyelesaikan rangkaian majemuk di atas adalah: 1) Andaikan arah loop I dan loop II seperti pada gambar. 2) Arus listrik yang melalui r1, R1, dan R4 adalah sebesar I1, yang melalui r2, R2, dan R3 adalah sebesar I2, dan R5 dilalui arus sebesar I3. 3) Persamaan Hukum I Kirchoff pada titik cabang b dan e adalah. Ilustrasi Fungsi Resistor. Sumber PixabayFungsi resistor mempunyai banyak kegunaan bagi rangkaian elektronika. Terlebih karena resistor merupakan komponen dasar yang digunakan untuk membatasi arus. Tak heran jika hampir setiap peralatan elektronika menggunakan sendiri juga dikenal sebagai hambatan atau tekanan dalam bahasa Indonesia. Orang-orang yang bekerja di bidang elektronika kerap menyingkat penyebutan resistor dengan huruf “R”. Adapun satuan hambatan atau resistansi resistor disebut dengan “OHM”.Fungsi Resistor dan KlasifikasinyaIlustrasi Fungsi Resistor. Sumber PixabaySebelum mengenal lebih jauh fungsi resistor dan klasifikasinya pada rangkaian elektronika, sebaiknya ketahui lebih dulu mengenai pengertian resistor. Dikutip dari buku Buku Ajar Teori Dasar Listrik dan Elektronika karya Muhammad Naim, 202259, resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentuPada dasarnya, fungsi utama resistor adalah untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Namun, beberapa fungsi resistor lainnya yang tidak kalah penting diantaranya sebagai pembatas arus listrik, pengatur arus listrik, pembagi tegangan listrik, serta penurun tegangan Naim, 202259-62 mengklasifikasikan resistor menjadi 4 bagian. Berikut ulasan Fixed ResistorMerupakan jenis resistor yang memiliki nilai resistansinya tetap. Nilai resistansi atau hambatan resistor ini biasanya ditandai dengan kode warna ataupun kode Variable ResistorMerupakan jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah dan diatur sesuai keinginan. Umumnya variable resistor terbagi menjadi 3 bentuk, yakni potensiometer, rheostat, dan ThermistorMerupakan jenis resistor yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh suhu. Thermistor terbagi ke dalam dua jenis, yakni Thermistor NTC Negative Temperature Coefficient dan Thermistor PTC Positive Temperature Coefficient. Untuk menambah wawasan, thermistor merupakan singkatan dari Thermal Light Dependent Resistor LDRKerap kali disingkat sebagai LDR, jenis resistor ini memiliki nilai hambatan atau nilai resistansinya yang tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai hambatan LDR akan menurun saat cahaya terang. Sebaliknya, nilai hambatannya akan menjadi tinggi jika kondisi penjelasan tersebut, terlihat bahwa LDR berfungsi untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya serta menghambat arus listrik dalam kondisi gelap. Naik turunnya nilai hambatan ini akan sama dengan jumlah cahaya yang penjelasan mengenai fungsi resistor dan klasifikasinya pada rangkaian elektronika. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan seputar bidang elektronika. YAS Rangkaiansecara paralel menghasilkan hambatan yang lebih kecil, sehingga nyala lampu akan semakin terang. Hambatan yang terpasang satu buah menghasilkan nyala yang lebih terang. Dari rangkaian di atas berlaku beberapa hal seperti kuat arus, tegangan dan hambataran. Tegangan pada setiap hambatan besarnya sama dengan tegangan sumber. Sedangkan

Unduh PDF Unduh PDF Perlu tahu cara menghitung hambatan rangkaian seri, paralel, dan kombinasi seri dan paralel? Jika kamu tidak ingin membakar papan rangkaianmu, kamu harus tahu! Artikel ini akan menunjukkan caranya padamu hanya dalam beberapa langkah yang mudah. Sebelum membacanya, pahami bahwa hambatan tidak benar-benar memiliki masukan dan keluaran. Penggunaan kata masukan dan keluaran hanyalah kiasan untuk membantu pemula memahami konsep rangkaian. 1 Apa itu? Hambatan seri hanyalah menghubungkan bagian keluaran salah satu resistor dengan bagian masukan resistor lain dalam sebuah rangkaian. Setiap resistor tambahan yang ditambahkan di dalam rangkaian dijumlahkan dengan hambatan total rangkaian itu. Rumus menghitung total hambatan resistor n yang ada di dalam rangkaian seri adalah Rtot = R1 + R2 + .... Rn Jadi, semua resistor seri hanya dijumlahkan. Misalnya, carilah hambatan total dari gambar di bawah Dalam contoh ini, R1 = 100 Ω dan R2 = 300Ω dirangkai seri. Rtot = 100 Ω + 300 Ω = 400 Ω Iklan 1 Apa itu? Hambatan paralel adalah saat bagian masukan dua resistor atau lebih dihubungkan, dan bagian keluaran resistor itu dihubungkan. Rumus untuk merangkai resistor n secara paralel adalahRtot = 1/{1/R1+1/R2+1/R3..+1/Rn} Berikut adalah sebuah contoh. Diketahui R1 = 20 Ω, R2 = 30 Ω, dan R3 = 30 Ω. Total hambatan untuk 3 resistor yang disusun paralel adalah Req = 1/{1/20+1/30+1/30} = 1/{3/60+2/60+2/60} = 1/7/60=60/7 Ω = sekitar 8,57 Ω. 1 Apa itu. Rangkaian kombinasi adalah kombinasi rangkaian seri dan paralel apapun yang dirangkai dalam satu rangkaian. Cobalah mencari hambatan total dari rangkaian berikut. Kita melihat resistor R1 dan R2 dihubungkan secara seri. Jadi, hambatan totalnya kita namakan Rs adalah Rs = R1 + R2 = 100 Ω + 300 Ω = 400 Ω. Selanjutnya, kita melihat resistor R3 dan R4 dihubungkan secara paralel. Jadi, hambatan totalnya kita namakan Rp1 adalah Rp1 = 1/{1/20+1/20} = 1/2/20= 20/2 = 10 Ω Kemudian, kita melihat bahwa resistor R5 dan R6 juga dihubungkan secara paralel. Jadi, hambatan totalnya kita namakan Rp2 adalah Rp2 = 1/{1/40+1/10} = 1/5/40 = 40/5 = 8 Ω Jadi sekarang kita memiliki rangkaian dengan resistor Rs, Rp1, Rp2 dan R7 yang dihubungkan secara seri. Hambatan ini dapat dijumlahkan untuk mendapatkan hambatan total Rtot dari rangkaian awal yang diberikan pada kita. Rtot = 400 Ω + 20Ω + 8 Ω = 428 Ω. Iklan Beberapa Fakta Pahami tentang hambatan. Setiap bahan yang dapat menghasilkan arus listrik memiliki resistivitas, yang merupakan hambatan sebuah bahan terhadap arus listrik. Hambatan diukur dalam satuan ohm. Simbol yang digunakan untuk ohm adalah Ω. Bahan yang berbeda memiliki sifat hambatan yang berbeda. Misalnya, tembaga, memiliki resistivitas 0,0000017Ω/cm3 Keramik memiliki resistivitas sekitar 1014Ω/cm3 Semakin besar angkanya, semakin besar hambatan arus listriknya. Seperti yang kamu lihat, tembaga yang biasanya digunakan dalam rangkaian listrik, memiliki resistivitas rendah. Sedangkan, keramik, sangat resistif sehingga dapat menjadi isolator yang baik. Caramu merangkai beberapa resistor akan memberikan perbedaan yang besar untuk performa keseluruhan rangkaian listrik. V=IR. Ini adalah hukum Ohm, yang didefinisikan oleh Georg Ohm pada awal tahun 1800an. Jika kamu mengetahui dua variabel persamaan ini, kamu bisa dengan mudah menghitung variabel yang ketiga. V=IR Tegangan V adalah hasil perkalian dari arus I * hambatan R. I=V/R Arus adalah hasil pembagian dari tegangan V à hambatan R. R=V/I Hambatan adalah hasil pembagian dari tegangan V à arus I. Ingatlah bahwa saat resistor disusun paralel, ada banyak jalan menuju ujung rangkaian, sehingga hambatan totalnya akan lebih kecil dari masing-masing jalan. Saat resistor dirangkai seri, arus akan mengalir melalui setiap resistor, sehingga masing-masing resistor dijumlahkan untuk mencari hambatan total secara seri. Hambatan total Rtot selalu lebih kecil dari hambatan terkecil dari sebuah rangkaian paralel; hambatan total selalu lebih besar dari hambatan terbesar sebuah rangkaian seri. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

63dTRq.
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/540
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/436
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/153
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/416
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/25
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/164
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/511
  • 0kdbyepgmi.pages.dev/317
  • pada rangkaian hambatan paralel berlaku